Kamis 09 Jul 2026 06:24 WIB
Catatan Cak AT

Tanya Seputar Jaksa

Apakah penggeledahan ini terkait dugaan penguntitan terhadap Jampidsus pada 2024?

Personel TNI berjaga di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di di Jalan Radio I Nomor-5, Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (8/7/2026). Pengamanan tersebut dilakukan menyusul setelah tim kepolisian dari Direskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Mabes Polri melakukan penggeledahan di Restoran de Clan Signature, dan Koinn Money Changer yang berada di Jalan Cipete, Cilandak, Jaksel. Dalam penggeledahan polisi menemukan brangkas berisi dokumen dan sejumlah uang dalam pecahan dolar AS dan Singapura. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka penyidikan tiga kasus dugaan korupsi serta pencucian uang di wilayah Jakarta Selatan.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Personel TNI berjaga di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di di Jalan Radio I Nomor-5, Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (8/7/2026). Pengamanan tersebut dilakukan menyusul setelah tim kepolisian dari Direskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Mabes Polri melakukan penggeledahan di Restoran de Clan Signature, dan Koinn Money Changer yang berada di Jalan Cipete, Cilandak, Jaksel. Dalam penggeledahan polisi menemukan brangkas berisi dokumen dan sejumlah uang dalam pecahan dolar AS dan Singapura. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka penyidikan tiga kasus dugaan korupsi serta pencucian uang di wilayah Jakarta Selatan.

Oleh Ahmadie Thaha, Kolumnis

REPUBLIKA.CO.ID, Malam belum terlalu larut ketika iring-iringan kendaraan aparat berhenti di beberapa titik yang berjauhan. Di Jakarta Selatan, pintu-pintu bangunan dibuka satu per satu.

Baca Juga

Di sudut ruangan, brankas diperiksa. Laci-laci dibongkar. Dokumen diteliti. Barang elektronik dikemas. Koper-koper besar yang semula tersembunyi di dalam bangunan kemudian keluar dengan pengawalan ketat menuju kendaraan penyidik.

Di lokasi lain, pemandangan serupa berlangsung hampir bersamaan. Dari Jakarta hingga Bogor, delapan tempat digeledah dalam sebuah operasi yang menyita perhatian publik.

Orang-orang yang menyaksikannya mungkin hanya melihat tumpukan uang dan koper-koper yang diangkut. Tetapi sesungguhnya, malam itu, yang sedang dibuka bukan sekadar pintu-pintu bangunan.

Sejumlah pertanyaan besar tentang penegakan hukum di negeri ini ikut terbuka. Penggeledahan itu pun terlalu besar untuk disebut sekadar penggeledahan biasa.

Delapan lokasi, dari Jakarta hingga Bogor, didatangi penyidik gabungan dengan pengamanan aparat bersenjata alias TNI.

Koper-koper berisi uang tunai, dokumen, dan barang elektronik dibawa keluar sebagai barang bukti.

Uang memang bisa dimasukkan ke dalam koper. Tetapi tanda tanya tidak pernah muat di dalamnya. Ia justru keluar bersama koper-koper itu, lalu menyebar ke ruang publik.

Operasi yang berlangsung hampir serentak itu segera menjadi perhatian nasional.

Namun justru karena peristiwanya begitu besar, pertanyaannya pun semakin banyak. Ada yang sudah dijawab. Lebih banyak lagi yang belum.

Catatan ini tidak sedang mencari jawaban. Catatan ini hanya mengumpulkan tanda tanya. Dan kadang-kadang, dalam penegakan hukum, tanda tanya justru lebih jujur daripada tanda seru.

Sulit membicarakan penggeledahan itu tanpa menyebut nama Febrie Adriansyah.

Selama beberapa tahun terakhir, ia adalah salah satu wajah paling menonjol di bidang tindak pidana khusus Kejaksaan Agung.

Sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), ketika itu, ia memimpin atau mengawasi penanganan sejumlah perkara korupsi besar yang menyita perhatian publik, mulai dari Jiwasraya, Asabri, PT Timah, Garuda Indonesia, BTS Kominfo, hingga perkara-perkara di sektor pertambangan.

Bagi banyak orang, namanya identik dengan wajah Kejaksaan yang sedang giat memburu koruptor.

Justru karena rekam jejak itulah, publik bertanya-tanya: di mana posisi Febrie dalam penggeledahan kali ini?

Sampai catatan ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari penyidik yang menyatakan bahwa penggeledahan tersebut dilakukan karena Febrie telah menjadi tersangka atau karena ada dugaan tindak pidana yang secara langsung ditujukan kepadanya.

Yang diketahui publik baru sebatas adanya penggeledahan di lokasi yang dalam berbagai pemberitaan disebut pernah dimiliki atau dikaitkan dengannya.

Hubungan hukum antara lokasi itu dan konstruksi perkara masih menunggu penjelasan resmi dari penyidik. Di sinilah tanda tanya bermunculan.

Mengapa operasi ini dilakukan dengan skala sebesar itu? Apakah memang konstruksi perkara yang sedang diusut demikian besar sehingga membutuhkan operasi serentak di banyak lokasi?

Ataukah ada pesan kelembagaan yang ingin ditunjukkan kepada publik?

Yang juga mengundang perhatian adalah adanya personel TNI di sekitar lokasi penggeledahan. Apa dasar pelibatan mereka?

Apakah semata-mata untuk pengamanan, atau ada pertimbangan lain? Sampai catatan ini ditulis, penjelasan resminya juga belum terang. Kekosongan penjelasan seperti inilah yang akhirnya melahirkan beragam tafsir.

Mengapa pula lokasi yang dipilih adalah tempat yang selama ini dalam pemberitaan dikaitkan dengan mantan Jampidsus?

Apakah tempat itu sekadar lokasi penyimpanan barang bukti, bagian dari aliran dana, atau memang mempunyai hubungan substantif dengan perkara yang sedang disidik?

Sampai kemarin, penjelasan resminya belum disampaikan. Maka muncul pertanyaan lain yang tak kalah menarik.

Apakah penggeledahan ini mempunyai hubungan dengan polemik dugaan penguntitan terhadap Jampidsus pada 2024?

Saat itu publik sempat dibuat bertanya-tanya setelah Kejaksaan menyatakan adanya dugaan penguntitan terhadap Jampidsus, sementara Polri menyatakan persoalan tersebut telah diperiksa dan tidak mengganggu hubungan kedua institusi.

 

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Berita Lainnya

Rekomendasi