Rabu 08 Jul 2026 18:46 WIB

MPLS Ramah Bagi Peserta Didik

Lewat optimalisasi materi MPLS Ramah ini diharapkan peserta didik semakin nyaman.

Siswa bersiap memperkenalkan diri ke depan kelas saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 70 Dinas Sosial Sulawesi Tenggara di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (29/9/2025). Sebanyak 100 siswa baru meliputi jenjang SMA sebanyak 50 orang dan SD sebanyak 50 orang mulai masuk asrama untuk mengikuti kegiatan pada hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahap 1C tahun ajaran 2025/2026.
Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah
Siswa bersiap memperkenalkan diri ke depan kelas saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 70 Dinas Sosial Sulawesi Tenggara di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (29/9/2025). Sebanyak 100 siswa baru meliputi jenjang SMA sebanyak 50 orang dan SD sebanyak 50 orang mulai masuk asrama untuk mengikuti kegiatan pada hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahap 1C tahun ajaran 2025/2026.

Oleh: Ustadz Imam Nur Suharno; Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat

Oleh KH IMAM NUR SUHARNO; Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID, Tahun ajaran baru segera tiba. Apa yang harus dipersiapkan oleh sekolah untuk menyambut hari-hari pertama masuk sekolah? Lazimnya, pekan pertama sekolah merupakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Baca Juga

Kegiatan di awal pertemuan sekolah menjadi momen yang turut menentukan proses belajar mengajar selanjutnya. Pertemuan pertama menggoda, dan selanjutnya tetap menggoda. Inilah urgensinya memformat MPLS Ramah bagi Peserta Didik 

Pada dasarnya kegiatan MPLS bertujuan memberikan kesan yang positif kepada peserta didik baru. Urgensi penyelenggaraan MPLS Ramah tersimpulkan dari tujuannya. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang menggembirakan tanpa adanya perundungan.

Selanjutnya, pertama, membantu peserta didik mengenal lebih dekat lingkungan pendidikan di sekolah yang baru sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif, serta aman, nyaman dan menyenangkan. 

photo
Pelajar membawa sapu dan kantong sampah saat mengikuti aksi ekologi di Taman Monumen Perjuangan, Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/7/2025). - (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Kedua, mendorong peserta didik untuk bersikap proaktif dalam mengenali pendidik (guru), tenaga kependidikan, kakak kelas, dan teman-teman sebayanya sehingga merasakan kenyamanan dan kebahagiaan di sekolah. 

Ketiga, membantu peserta didik baru untuk beradaptasi dan menyatu dengan warga sekolah, mengetahui akan hak dan kewajibannya, serta mampu bertanggung jawab dalam lingkungan sekolah sehingga terwujud suasana kekeluargaan. 

Keempat, peserta didik baru memahami kehidupan sekolah dalam pelaksanaan wawasan wiyatamandala agar mengetahui akan tugas pokok dan fungsi seluruh perangkat sekolah sehingga tercipta suasana yang harmoni. 

Oleh karena itu, materi MPLS Ramah hendaknya ditekankan pada pembentukan kepribadian (karakter) dan motivasi belajar peserta didik. Di antaranya, materi mentalitas dan kepribadian (karakter). Target yang hendak dicapai dalam materi ini adalah peserta didik siap hidup bermasyarakat di lingkungan sekolah, baik secara fisik ataupun mental. 

Untuk mengetahui ketercapaian materi, perlu disiapkan indikator. Indikator yang diharapkan dalam materi ini adalah peserta didik mengetahui dan memahami kondisi lingkungan sekolah, mengenal karakter kehidupan sekolah, dan memahami hal-hal yang harus dipersiapkan secara mental untuk mengarungi kehidupan di sekolah.

Selanjutnya, materi sekilas profil sekolah. Target yang hendak dicapai dari materi ini adalah peserta didik memahami serta mengenal profil sekolah secara menyeluruh. Indikatornya antara lain mengetahui dan memahami visi, misi, dan program sekolah. Serta, mengetahui dan memahami struktur sekolah.  

Kemudian materi budi pekerti (akhlakul karimah). Target yang hendak dicapai adalah peserta didik mengetahui, memahami dan merealisasikan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Indikatornya adalah peserta didik memahami dan menerapkan adab terhadap orang tua dan guru. Selanjutnya, adab mandi, makan, berpakaian, dan adab berteman. Termasuk adab terhadap tenaga kependidikan, dan civitas sekolah lainnya.

Berikutnya, materi kedisiplinan dan tata tertib sekolah. Target yang hendak dicapai peserta didik mengetahui dan memahami kedisiplinan dan tata tertib peserta didik. Indikatornya, memahami pentingnya disiplin dalam kehidupan, memahami disiplin dalam belajar, memahami dampak jika tidak disiplin, memahami dan melaksanakan tata tertib sekolah dengan penuh kesadaran bukan keterpaksaan.

Selain itu, materi pelatihan dan pembimbingan tentang ibadah. Target yang hendak dicapai, peserta didik memahami tata cara ibadah dengan baik dan benar sesuai tuntunan agama. Indikatornya, peserta didik memahami pentingnya ibadah, memahami tata cara beribadah dan hal-hal yang terkait, meliputi wudhu, shalat, zakat, membaca Alquran, berdoa, dan ibadah lainnya.

Yang tidak kalah penting dalam MPLS Ramah, adalah materi tentang manajemen diri. Target yang hendak dicapai peserta didik mampu mengatur dirinya dan bersosialisasi dengan orang lain. Indikatornya peserta didik memahami siapa dirinya, memahami tujuan hidup, memahami kekurangan dan kelebihan dirinya, serta peserta didik memahami akan pentingnya berinteraksi dengan orang lain.

Selanjutnya mengenalkan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Target yang hendak dicapai adalah peserta didik memahami organisasi siswa di sekolah. Indikatornya, memahami urgensi berorganisasi, memahami OSIS sebagai wadah apresiasi siswa, memahami struktur OSIS dan fungsinya, serta memahami jenis kegiatan dalam OSIS, sehingga peserta didik akan semakin enjoy berada di lingkungan sekolah.

Dengan optimalisasi materi MPLS Ramah ini diharapkan peserta didik semakin nyaman, bahagia dan betah di sekolah. Sehingga kesan pertama melalui MPLS Ramah ini memberikan berpengaruh positif dalam proses belajar mengajar selanjutnya. Semoga.

 

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi