Senin 01 Jun 2026 13:25 WIB

Hijrah Pancasila dan Jalan Menuju Indonesia Bermarwah

Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan historis.

Sejumlah anggota Polisi membawa replika Garuda Pancasila saat mengikuti Parade Pesona Kebangsaan melintas di depan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di kawasan Jalan Perwira, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (31/5/2024). Parade yang diikuti ribuan masyarakat Ende tersebut digelar dalam menyambut Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.
Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Sejumlah anggota Polisi membawa replika Garuda Pancasila saat mengikuti Parade Pesona Kebangsaan melintas di depan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di kawasan Jalan Perwira, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (31/5/2024). Parade yang diikuti ribuan masyarakat Ende tersebut digelar dalam menyambut Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.

Oleh: Fahmi Salim, Ketua Umum Forum Dai dan Muballigh Azhari Indonesia (FORDAMAI)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang kaya sumber daya, tetapi bangsa yang memiliki arah, kehormatan, dan keberanian menjaga cita-citanya."

Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 menjadi momentum penting untuk membaca arah perjalanan Indonesia di tengah perubahan dunia yang semakin cepat dan penuh ketidakpastian.

Baca Juga

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali bahwa Pancasila bukan sekadar warisan sejarah, melainkan kompas bangsa yang harus menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan global, menjaga persatuan nasional, mewujudkan keadilan sosial, memperkuat kedaulatan ekonomi, serta membangun pemerintahan yang berintegritas.

Pidato tersebut sesungguhnya tidak hanya berbicara tentang ideologi negara, tetapi juga menawarkan kerangka besar mengenai bagaimana Indonesia dapat tampil sebagai bangsa yang bermarwah di hadapan dunia.

Di tengah kompetisi geopolitik yang semakin keras, perang dagang, ketidakpastian ekonomi global, hingga krisis kemanusiaan di berbagai kawasan, bangsa Indonesia membutuhkan fondasi yang kokoh agar tidak kehilangan arah. Dalam konteks itulah Pancasila kembali ditegaskan sebagai kompas bangsa.

Arah Petunjuk Bangsa

Kompas tidak menggerakkan kapal, tetapi memastikan kapal tidak tersesat. Demikian pula Pancasila. Ia bukan sekadar slogan yang dihafal setiap upacara, melainkan penentu arah bagi seluruh kebijakan nasional.

Dalam pidato Hari Lahir Pancasila 2026, Presiden Prabowo berulang kali menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar pembangunan nasional. Pesan ini penting karena dunia saat ini sedang mengalami pergeseran besar dalam bidang ekonomi, teknologi, keamanan, dan politik internasional.

Negara-negara yang kehilangan identitas ideologis sering kali menjadi korban arus globalisasi. Sebaliknya, bangsa yang memiliki arah dan kepercayaan diri akan mampu berdiri tegak sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pancasila memberi Indonesia kemampuan untuk menjadi modern tanpa kehilangan jati diri, menjadi terbuka tanpa kehilangan karakter, dan menjadi kuat tanpa kehilangan kemanusiaan.

Kedaulatan Ekonomi

Salah satu tema dominan dalam pidato Presiden adalah pentingnya kedaulatan ekonomi.

Selama puluhan tahun, Indonesia sering kali hanya menjadi pemasok bahan mentah bagi industri negara lain. Kekayaan alam melimpah, tetapi nilai tambah dinikmati pihak luar. Karena itu agenda hilirisasi dan penguatan industri nasional kembali ditegaskan sebagai jalan menuju kemakmuran rakyat.

Kedaulatan ekonomi sejatinya merupakan perwujudan sila kelima Pancasila. Kemerdekaan politik tidak akan sempurna tanpa kemerdekaan ekonomi.

Bung Karno pernah mengingatkan bahwa penjajahan modern tidak selalu hadir melalui tentara asing. Ia bisa hadir melalui ketergantungan ekonomi, dominasi modal, dan penguasaan sumber daya oleh pihak luar.

 

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement