
Oleh: Buya Anwar Abbas*)
Bangsa Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Maka sejak saat itu, kita telah menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.
Untuk mempertahakan kemerdekaan dan kedaulatan tersebut, Sukarno, Mohammad Hatta, Jenderal Sudirman, Bung Tomo, serta banyak pejuang lainnya telah berjuang dengan keras untuk membuat bangsa ini bisa duduk sama rendah dan tegak sama tinggi dengan negara-negara lain di dunia.
Sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, kita juga telah memancangkan sikap dan pendirian, yakni tidak boleh ada satu negara pun di dunia ini yang mendikte dan menindas Indonesia.
Kita sebagai bangsa harus bisa bicara lantang kepada dunia. Sebab, kita punya hak untuk mengatur diri dan nasib kita sendiri.
Hal-hal seperti inilah yang tampaknya akhir-akhir ini tidak lagi dihormati oleh Amerika Serikat (AS).
Dalam menghadapi manuver-manuver yang dilakukan Presiden AS Donald Trump belakangan ini, kita berharap agar Presiden Prabowo Subianto bisa berdiri dengan gagah.
Bahkan, jika perlu, Prabowo harus berani memukul-mukulkan tangannya ke meja di depan Trump duduk. Hal ini untuk memperlihatkan kepadanya bahwa kita adalah bangsa yang memiliki kemandirian, tidak bisa dipaksa-paksa.