
Oleh : Deden Mauli Darajat, Ketua Umum Alumni Gontor 2002
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat itu di Istanbul, sekitar akhir tahun 2012, dalam perjalanan pulang menemani Pak Hamid Fahmi Zarkasyi setelah beliau menjadi narasumber pada seminar internasional, beliau menjelaskan kepada saya tentang pendirian Universitas Darussalam Gontor. Saya pun diminta beliau untuk mengajar di kampus tersebut yang dulu dinamakan dengan Institut Studi Islam Darussalam (ISID). Saya tidak bisa menolaknya.
Akhir tahun 2013 saya pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan studi master jurnalistik pada Fakultas Komunikasi Universitas Ankara Turki. Tahun 2014 ISID berubah menjadi Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor), yang secara formal dilembagakan sebagai universitas berbasis pesantren yang mengedepankan integrasi keilmuan dan akhlak.
Saya menepati janji saya menjadi dosen tetap pada prodi Ilmu Komunikasi di kampus tersebut selama 7 tahun. Saat itu Rektornya adalah Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., dan wakilnya adalah Prof. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, MA.
Hari sabtu ini (3 Januari 2026) kabar duka datang dari Gontor, yaitu Prof Amal wafat dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor dan akademisi Indonesia. Pak Amal, sapaan akrab beliau, merupakan guru besar tetap pertama di Universitas Darussalam Gontor—dicatat sebagai profesor pertama yang dikukuhkan di UNIDA Gontor pada tahun 2014 dalam bidang Ilmu Kalam dan ‘aqidah Islam.
Beliau lahir di Ponorogo, 4 November 1949, sebagai putera keempat dari K.H. Imam Zarkasyi, salah seorang Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. Pendidikan beliau meliputi Sarjana Perbandingan Agama di IAIN Sunan Ampel Surabaya, Magister Filsafat Islam di Universitas Kairo, Mesir, serta Doktor dalam bidang Aqidah dan Pemikiran Islam dari Universiti Malaya, Kuala Lumpur.
Sebagai akademisi yang mengasah dan memperkaya kajian teologi Islam kontemporer, beliau dikenal luas tidak hanya di lingkungan pesantren tetapi juga dalam forum-forum akademik internasional. Beliau menekankan pentingnya pemikiran ‘aqidah yang solid dan pendidikan holistik untuk menghadapi tantangan zaman, serta aktif menyuarakan kontribusi pendidikan pesantren dalam sistem pendidikan nasional.
Kiprah beliau di UNIDA Gontor tidak sebatas sebagai dosen atau profesor. Sejak tahun 1969 beliau mengabdi mengajar di Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI), kemudian menjabat sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin, Pembantu Rektor, hingga menjadi Rektor pertama UNIDA Gontor (2014-2020), sebelum akhirnya mengakhiri masa jabatan rektor dan diberi amanah sebagai Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dan Presiden UNIDA Gontor.