Selasa 13 Oct 2026 15:02 WIB

Batam Digadang-gadang Jadi Kiblat Investasi Data Center, Tapi Listrik Masih 'Byar-Pet'

Gangguan kelistrikan yang meluas di Batam terjadi pada Senin (12/10/2026).

Foto udara pembangunan pusat data (data center) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (16/6/2026). Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat total nilai investasi industri pusat data di wilayah tersebut telah menembus angka lebih dari Rp120 triliun hingga pertengahan tahun 2026 yang bersumber dari sembilan proyek pusat data sebagai hub teknologi global baru dan pusat konektivitas data utama di Asia Tenggara.
Foto: ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
Foto udara pembangunan pusat data (data center) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (16/6/2026). Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat total nilai investasi industri pusat data di wilayah tersebut telah menembus angka lebih dari Rp120 triliun hingga pertengahan tahun 2026 yang bersumber dari sembilan proyek pusat data sebagai hub teknologi global baru dan pusat konektivitas data utama di Asia Tenggara.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM --  “PLN Batam berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan industri data center dengan memastikan ketersediaan listrik yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo.

Pernyataan itu disampaikan Kwin pada kegiatan Data Centre World Asia bagian dari rangkaian Tech Week Singapore 2026 yang digelar di Singapura pada awal bulan ini. Menurut Kwin Fo, perkembangan industri data center telah menempatkan Batam pada radar investasi global.

Baca Juga

Kedekatan geografis dengan Singapura, dukungan infrastruktur, serta ekosistem investasi yang terus berkembang menjadi sejumlah faktor yang meningkatkan daya tarik Batam bagi industri digital dan data center.

“Pertumbuhan data center tidak hanya membutuhkan listrik dalam jumlah besar, tetapi juga membutuhkan listrik yang semakin hijau. Karena itu, PLN Batam mempersiapkan keduanya secara bersamaan: keandalan sistem kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan industri dan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung agenda keberlanjutan,” kata Kwin Fo.

Partisipasi PLN Batam dalam Data Centre World Asia menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat hubungan dengan komunitas bisnis dan teknologi global sekaligus memperkenalkan potensi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital dan industri data center di kawasan Asia.

photo
(Dari kiri ke kanan) Adrianto Darmoyo, VP Renewables Of Medco Power Indonesia; Cyndi Pei, CFO Singtel Digital Infraco And Nxera; Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Indonesia; ?Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom Indonesia; Andreuw Th.A.F, CEO NeutraDC Group; Indrama YM Purba, CEO NeutraDC Nxera Batam; Gan Siok Hoon, Group Chief Corporate Officer Designate, Singtel, melakukan simbolisasi Topping Off di atap gedung campus data center (BTM-1) NeutraDC Nxera Batam, Kamis, 30 Oktober 2025. - (istimewa/Dok. NeutraDC Nxera Batam)

Tepat 10 hari setelah pernyataan Kwin Fo, gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman, meluas di sebagian besar wilayah Kota Batam dan sekitarnya pada Senin (12/10/2026). Pemadaman listrik terjadi sekitar pukul 6.30 WIB dengan kawasan yang terdampak meliputi Kecamatan Batam Kota, Bengkong, Sagulung, Sekupang dan lainnya.

Fenomena gangguan listrik di Batam menjadi viral setelah banyak warganet mengunggah keluhan mereka ke media sosial. Sebagian warga melaporkan gangguan listrik berdampak pada layanan selular telekomunikasi hingga pembayaran digital. Ada juga warganet yang mengunggah foto saat berada di sebuah hotel yang gensetnya pun tak mampu membuat aliran listrik menyala dalam waktu lama.

Sempat beredar juga pesan berupa unggahan grafis akan rencana pemadaman listrik terencana selama tiga hari (12-14 Oktober 2026) yang segera dibantah pihak PLN. Manager Komunikasi PLN Batam Yoga Perdana Sulastama menegaskan bahwa unggahan yang menyebar pada Senin sore ke malam, mengenai Pengumuman Pemadaman Listrik Terencana Selama 3 Hari yang menyatakan bahwa listrik hanya menyala dari PLTD Tanjungpinang dan warga hanya kebagian menyala 6 jam, adalah hoaks.

“PT PLN Batam menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut adalah tidak benar (hoaks),” katanya saat dikonfirmasi di Batam, Selasa (13/10/2026).

“Informasi yang beredar mengenai gangguan layanan internet akibat kerusakan kabel bawah laut Singapura-Batam tidak berkaitan dengan gangguan maupun proses pemulihan sistem kelistrikan PLN Batam,” kata Yogi menambahkan.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi