Ahad 29 Mar 2026 17:11 WIB

Dari Ramadhan ke Syawal: Meningkatkan Kualitas Iman dan Amal

Kita harus mempertahankan amal-amal yang telah kita biasakan di bulan Ramadhan.

Seorang warga menyiapkan ketupat taoge sebelum dibagikan secara umum dalam tradisi Syawalan di Kampung Pedurungan Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (28/3/2026). Tradisi turun temurun yang diadakan sejak tahun 1950-an dengan membagikan ketupat berisi sayuran taoge dan uang sedekah kepada masyarakat umum tersebut untuk merayakan serta menjaga tradisi Syawalan usai merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah sekaligus sebagai upaya menjaga kerukunan dan gotong royong antarwarga setempat.
Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Seorang warga menyiapkan ketupat taoge sebelum dibagikan secara umum dalam tradisi Syawalan di Kampung Pedurungan Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (28/3/2026). Tradisi turun temurun yang diadakan sejak tahun 1950-an dengan membagikan ketupat berisi sayuran taoge dan uang sedekah kepada masyarakat umum tersebut untuk merayakan serta menjaga tradisi Syawalan usai merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah sekaligus sebagai upaya menjaga kerukunan dan gotong royong antarwarga setempat.

Oleh: Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID, Syawal merupakan bulan peningkatan. Setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan, kita diharapkan dapat meningkatkan kualitas iman dan amal kita. Namun, apa yang kita lihat di masyarakat justru sebaliknya. Syawal menjadi bulan penurunan, penurunan ibadah, dan penurunan kualitas diri.

Fenomena ini menunjukkan bahwa puasa kita tidak berhasil mengantarkan kita meraih derajat taqwa. Kita harus meningkatkan kesadaran kita untuk istiqamah, menetapi agama Allah, dan berjalan lurus di atas ajarannya. Allah SWT berfirman:

Baca Juga

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS Ali Imran: 102).

Kita juga harus mengingat hadits Nabi SAW: "Sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus (kontinu) meskipun sedikit." (HR Bukhari dan Muslim).

Maka, kita harus mempertahankan amal-amal yang telah kita biasakan di bulan Ramadhan dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Allah SWT menjanjikan tiga keistimewaan bagi mereka yang istiqamah: keberanian, ketenangan, dan optimis. 

photo
Umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (21/3/2026). Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah itu dilaksanakan secara serentak sesuai dengan ketetapan pemerintah yaitu 1 Syawal 1447 H pada Sabtu 21 Maret 2026. - (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Tuhan kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: 'Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu'." (QS Fussilat: 30).

Kita juga dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dengan berpuasa sunnah di bulan Syawal. 

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun." (HR Muslim).

Jangan biarkan bulan Syawal menjadi bulan penurunan. Mari kita tingkatkan kualitas iman dan amal kita, dan meraih keistimewaan yang dijanjikan oleh Allah SWT.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita kaum muslimin agar Istiqomah dalam ketaatan kepada-Nya dan meraih surga yang dijanjikan. Amin.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement