Senin 01 Dec 2025 12:09 WIB

Risiko di Balik Transaksi Digital

Transaksi digital dapat meningkatkan perkembangan ekonomi masyarakat.

Pembeli melakukan transaksi qris di salah satu stan tempat makan di Gelaran ISEF 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/10/2025). (ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pembeli melakukan transaksi qris di salah satu stan tempat makan di Gelaran ISEF 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/10/2025). (ilustrasi)

Oleh: Rahma Sugihartati, Guru Besar Sains Informasi FISIP Universitas Airlangga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2025 yang baru saja berlangsung, perkembangan transaksi digital, khususnya QRIS menjadi salah satu topik utama yang menyoroti pencapaian signifikan dan perannya yang semakin vital dalam ekosistem pembayaran digital nasional. 

Sejak QRIS dilaunching, transaksi QRIS mencatat pertumbuhan yang sangat pesat, dengan volume transaksi mencapai miliaran dan nilai triliunan rupiah hingga September 2025. Menko Airlangga bahkan menyebutkan jumlah pengguna QRIS jauh melampaui pengguna kartu kredit di Indonesia.

Di berbagai daerah, khususnya kota-kota besar, QRIS semakin dipercaya masyarakat dan mengalami lonjakan transaksi sejak pandemi. Saat ini, pengguna QRIS telah mencapai 58 juta dengan nilai transaksi Rp 1,9 kuadriliun. Ini bukan jumlah yang kecil. Meski kehadiran QRIS pada awalnya diragukan. Tetapi kini sebagian besar transaksi kini dilakukan masyarakat melalui QRIS.

Secara keseluruhan, diskusi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 menunjukkan bahwa QRIS telah menjadi tulang punggung pembayaran digital di Indonesia dan merupakan elemen kunci dalam strategi digitalisasi ekonomi nasional yang berkelanjutan. 

Manfaat

Kenaikan transaksi digital di tanah air sebetulnya bukan hal yang mengherankan. Didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant, serta infrastruktur yang aman dan andal, wajar jika transaksi QRIS secara nasional terus meningkat. Secara tahunan (YoY) volume transaksi QRIS tumbuh tinggi sebesar 162,77 persen pada Juli 2025.

Ketika penetrasi penggunaan teknologi informasi makin meluas, maka semakin banyak orang memiliki smartphone dan akses internet. Kehadiran QRIS membuat masyarakat semakin mudah bertransaksi. Transaksi digital dapat meningkatkan efisiensi dan kecepatan transaksi, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Inilah kelebihan transaksi digital yang membuat masyarakat semakin banyak yang mempergunakannya.

Sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard alias QRIS menjadi perhatian serius Amerika Serikat. Sebab, dalam prosesnya tidak melibatkan Visa dan Mastercard dalam sistem pembayaran digital itu.

Bank Indonesia memproyeksikan pada tahun 2030 volume transaksi digital bisa mencapai 147,3 miliar dengan nilai Rp 20.800 kuadriliun. BI menekankan pentingnya kolaborasi BI dan OJK untuk memperkuat keamanan siber dan perlindungan konsumen di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital. Memastikan transaksi digital berjalan aman adalah prasyarat yang dibangun Bank Indonesia untuk mendorong pembayaran online ini makin meningkat pemanfaatannya.

Secara garis besar, beberapa dampak positif dari meluasnya pembayaran online atau transaksi digital adalah: pertama, meningkatkan akses ke layanan keuangan dan jasa lainnya. Bagi masyarakat yang memiliki literasi informasi yang memadai, meski dari kelas sosial mana pun akan dapat mengakses layanan keuangan, baik untuk kepentingan konsumsi sehari-hari maupun untuk kepentingan pengembangan usaha. 

Kedua, transaksi digital dapat meningkatkan perkembangan ekonomi masyarakat dan menciptakan peluang kerja baru. Bagi pelaku UMKM, transaksi digital menciptakan peluang baru bagi mereka untuk melakukan ekspansi pasar dan melakukan transaksi ekonomi dengan pembeli dari berbagai daerah. Bagi pelaku usaha berskala besar, mereka juga dapat merasakan manfaat transaksi digital karena dapat meningkatkan kapasitas transaksi. Seberapapun besar nilai transaksi dapat dilakukan secara digital sekaligus secara simultan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement