Selasa 07 Sep 2021 08:54 WIB

Kekuasaan, Zona Ekonomi Islam dan Peradaban Manusia

Asal-usul eksisnya sebuah kekuasaan

Pelabuhan Sunda Kalapa
Foto: IST
Pelabuhan Sunda Kalapa

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ridwan Saidi, Politisi Senior, Budayawan dan Sejarawan Betawi.

Pertama, Kuasa Adat (KA)

Kuasa Adat diperkiran eksis setelah kedatangan migran luar pada abad ke 13 sebelum masehi (SM). Bangsa Mesir dan Maya mempunya kuasa punya akar tradisi cave live (peradaban manusia di era masih tinggal goa).  

Era cave live di tiap goa ada pemimpinnya yang diambil dari yang kapitan, banyak ilmu yang menjelaskannya (misalnya lukisan goa Solok di Sulawesi). Kewenangan kapitan mengatur rayonisasi hunian dan kontrol industri agro (pertanian). Nomenclatur kapitan itu misalnya: raja di batak, poco di Betawi, kapitan di Saparua, orang kaya di Banda Neira.

Kuasa Adat tidak tertakluk pada type power ssstem yg lain. Perang besar kuasa adat versus Belanda semua terjadi di 19 M: perang Si Singa Mangaraja, perang Diponegoro, perang Pattimura. 

Kranenburg 1918 membagi Indonesia ke dalam 19 wilayah hukun adat, Betawi termasuk. 

Kedua, Zona Ekonomi (ZE)

Lokasinya wilayahnya berada di pelabuhan dan sekitarnya. Tidak ada zona ekonomi di Indonesia yang dikuasai kerajaan, kecuali Tidore dan Bima. VOC juga tidak. Zone ekonomi dikontrol oleh Syahbandar yang dipilih langsung oleh kongsi dagang. Di kepulauan Banda Neira zona ekonomi dicontrol oleh 'Kuasa Adat' yang disebut 'Orang Kaya'.

Zona ekonomi di Indonesia tersebar di banyak wilayah seperti Banda Aceh, Belawan, Palalawan, Jambi, Lampung, Sunda Kalapa, Semarang, Tuban, Gresik, Pasuruan, Panarukan, Bima, Alor, Banjar, Makasar, Buton, Amurang, Tidore, Saparua, Banda Neira.

Rata-rata zona ekonomi berfungsi mulai dari abad ke-9 Masehi ketika edaran alat tukar meluas. Zona ekonomi berakhir ketika muncul ststem perbankan modern pada tahun 1820-an. Sebelumnya masa itu, zona ekonomi memakai jasa bank pribadi yang disebut denga istilah 'Tumenggung'.

Zona ekonomi berbeda dengan kebanyakan kerajaan yang tak punya pasukan reguler melainkan boleh sewa seperti Majapahit. Zona ekonomi punya tentara reguler. Dan zone ekonomi  yang hebat diantaranya Lampung, Sunda Kalapa, dan Pasuruan. Semua musuh yg menyerang pasti dibikin binasa. Apalagi pasukan Sunda Kalapa, pada akhir abad ke 16 M, mereka saja sudah memakai senjata api. Pate Hila 1540 dan  "pangeran" Jayakarta" 1610 mau bergaya-gaya  di negri Betawi? Mau coplok kepalenye?

Kalau diamati dari peta zona ekonomi, maka cakupan zona ekonomi dalam Islam dan peradaban Indonesia luar biasa. Inilah yang tak dapat dipatahkan jaman berjaman karena berakar hingga 1,2 milenium atau 1.200 tahun lamanya.

Ketiga. Kerajaan. 

Kerajaan dalam arti mayor power system (Kekuatan utama kekuasan) baru berdiri pada abad 11 M yaitu Pagaruyung, Sunda, dan Tidore. Tidore dengan ZE, Pagaruyung dan Sunda kontrol sumur emas. Indikator kekuatan ekonomi dan existensi kerajaan di sana jelas sekali. Jadi eksistensi mereka bukan berasal dari silsilah, keris, atau jampe-jampe, apalagi dongeng yg penuh sesak di kitab sejarah Indonesia. 

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Berita Lainnya

Rekomendasi