
Oleh : Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat
REPUBLIKA.CO.ID, Setiap umat memiliki sejarah yang dibanggakan. Sejarahnya ditulis dengan tinta emas oleh para tokohnya secara langsung dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Karena itu, generasi pelanjut berkewajiban memelihara sejarah dengan segala peristiwa dan pelajarannya agar menjadi pendorong untuk melanjutkan perjuangan para pendahulunya.
Peristiwa perang Badar ini telah disinggung lewat beberapa ayat dalam Al-Quran Surah Ali Imran. “Sesungguhnya Allah telah menolong kamu dalam perang Badar, padahal kamu ketika itu adalah orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukuri-Nya.” (Q.S. Ali Imran [3]: 123).
“(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu Malaikat yang diturunkan (dari langit)?” (Q.S. Ali Imran [3]: 124).
“Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” (Q.S. Ali Imran [3]: 125).
“Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa.” (Q.S. Ali Imran [3]: 126).
1. Rangkaian penyebab peristiwa Badar
Salah satu peristiwa besar dalam sejarah awal umat Islam adalah peristiwa perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 H. Inilah peperangan pertama yang dilakukan kaum Muslimin melawan kafir Quraisy dari Makkah setelah hijrah ke Madinah. Pasukan umat Islam sekitar 313 orang, 8 pedang, 6 baju perang, 2 ekor kuda dan 70 ekor onta. Sedangkan kaum Quraisy 1.000 orang pasukan, 600 persenjataan lengkap, 700 ekor onta, dan 300 ekor kuda.
Badar nama suatu tempat yang terletak antara Makkah dengan Madinah yang terdapat mata air. Tempat ini menjadi pemberhentian dan perlintasan kendaraan, baik yang menuju Makkah maupun yang kembali ke Madinah. Jaraknya sekitar 148 km dari Madinah. Di lokasi inilah terjadi peristiwa perang Badar.
Ada beberapa sebab terjadinya peristiwa perang Badar. Pertama, kebencian Abu Jahal. Nabi SAW lahir dari keluarga Bani Hasyim dan suku Quraisy. Dalam dakwahnya Nabi SAW mendapat perlindungan dari pamannya Abu Thalib yang merupakan pemimpin Bani Hasyim dan suku Quraisy. Setelah Abu Thalib meninggal, Bani Hasyim dipimpin oleh Amr bin Hisyam (Abu Jahal) yang merupakan salah satu musuh Nabi SAW. Kemunculan dakwah Nabi telah mengancam posisi Abu Jahal sebagai penguasa Makkah, begitu juga dengan sisa kaum Quraisy yang melihat kaum muslim sebagai penjahat yang mengancam lingkungan dan kewibawaan mereka.
Kedua, pengusiran umat Islam dari Makkah. Kaum muslimin selalu mendapatkan teror dan pengusiran oleh kaum musyrikin. Sering kali umat Islam ditindas dan didzalimi bahkan rumah dan harta benda mereka dirampas.
Ketiga, penindasan terhadap umat Islam. Meski sudah hijrah ke Madinah, kaum kafir Quraisy masih suka mengganggu dan menindas umat Islam. Kaum Muslimin yang berdagang didzalimi, disiksa dan barang dagangannya dirampas.
Keempat, memberi pelajaran kepada kaum Quraisy. Sebagai balasan atas kekejaman dan kedzaliman yang dilakukan kaum kafir Quraisy, maka Nabi SAW mempersiapkan umat Islam untuk memberi pelajaran kepada kafilah dagang Quraisy.