
Oleh: Buya Anwar Abbas*)
Pergantian tahun diharapkan memiliki arti dan makna yang lebih besar bukan hanya bagi kehidupan pribadi, tetapi juga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kita berharap, para pemimpin di negeri ini mampu menjadikan pergantian tahun sebagai momen untuk evaluasi diri. Tujuannya untuk mengetahui, apakah hal-hal yang mereka lakukan selama ini sudah baik atau belum.
Kalau itu sudah baik, mereka diharapkan dapat mempertahankan hasil prestasinya. Bahkan, kalau bisa, mereka melakukan hal-hal yang jauh lebih baik lagi.
Kalau belum baik, mereka diharapkan dapat mengubah keadaan pada tahun mendatang ke arah yang lebih baik . Dengan begitu, kehadiran mereka sebagai pemimpin benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Ini penting dilakukan oleh setiap pemimpin. Hal itu bukan hanya demi kepentingan rakyat, melainkan juga kepentingan mereka sendiri sebagai pemimpin.
Seperti yang dijelaskan Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadis, "Setiap pemimpin pada hari akhir nanti akan dimintai pertanggung-jawabannya oleh Allah SWT."
Tiap diri pemimpin akan ditanya tentang kekuasaan yang ada di tangan mereka dahulu, untuk apa dipergunakannya.
Jika mereka menggunakan kekuasaan itu bukan untuk kepentingan rakyat, melainkan justru memperkaya diri dan kroni-kroninya, tentu hal demikian akan mencelakakan diri mereka sendiri.
Barangkali, di dunia mereka bisa lolos dari pengadilan manusia. Namun, tidak demikian halnya jika mereka sudah berada di depan pengadilan Tuhan.
Untuk itu, kita berharap, momentum pergantian tahun ini dimaknai oleh para pemimpin secara sungguh-sungguh. Minimal, mereka melakukan evaluasi atas kebijakan-kebijakan yang telah mereka buat selama ini.
Apakah kebijakan-kebijakan itu telah sesuai dengan amanah yang diberikan oleh rakyat ataukah belum.
Jika sudah, tentu bagus. Jika belum, tentu hal demikian akan menjadi masalah bukan hanya di mata manusia, tetapi juga dalam pandangan Tuhan.
Kita berharap, semoga saja momen pergantian tahun ini akan dapat membawa berkah dan maslahah, bukan hanya bagi para pemimpin, melainkan juga bagi rakyat seluruhnya. Amin.
*) Dr H Anwar Abbas MM MAg atau yang akrab disapa Buya Anwar Abbas merupakan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Dosen tetap Prodi Perbankan Syariah FEB UIN Syarif Hidayatullah ini juga adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Hidup.