Ketika pagi-pagi aku sedang mengeluarkan sepeda mau berangkat sekolah, seorang utusan dari desa ayah datang. Dia mengatakan bahwa Kakek sakit keras--yang belakangan aku tahu itu artinya bahwa Kakek sedang sekarat, menuju kematian. Kakek jadi lurah di desanya. "Jangan pergi sekolah," kata ibu. "Pergilah sekolah, nanti pulangnya terus ke Kakek,"...
Disclaimer:
Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Berita Terkait
Berita Lainnya