REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Parni Hadi, Pendiri dan Mantan Pimred Pertama Republika.
Bung nDaru, candamu, lucumu dan spontanitasmu cerminkan kecerdasanmu.
Kamu adalah pasanganku sebagai pengisi rubrik Rehat Republika pada masa-masa awal, 27 tahun lalu.
Kamu penjaga gawang resmi Rehat, aku sering jadi pemasok idenya.
Tidak selalu ideku kamu terima. Tapi, cara menolakmu lucu.
"Lucu nggak?", tanyaku.
Jawabmu: "Pertanyaan Pak Parni lebih lucu".
Ah masa masa itu, kenangan yang mengharu biru.
Hari ini kuterima kabar duka, you telah pergi untuk selamanya.
Selamat jalan Bung nDaru, doaku menyertaimu.
Semoga amal ibadahmu diterima Allah dan dosamu diampuni.
Rubrik Rehat di pojok halaman satu Republika dengan ikon gambar secangkir kopi panas, sengaja dirancang secara "sintal" ( singkat tapi lengkap). Berisi celethukan, plesetan, permainan kata, yang lucu, nylekit, menggigit.
Melucu, membuat orang tertawa, tersenyum simpul dan terhibur, saya kira, termasuk ibadah juga.
Rehat itu artinya berhenti, istirahat sesaat, ya? Sekarang kamu rehat lama, sampai kapan, yang tahu cuma Tuhan.
Rehat Republika sengaja dibuat untuk mengingatkan dengan cerdas, lucu, menghibur, tidak menyakitkan.
Good bye Bung nDaru!
------
Parni Hadi, (12.12.20).