Selasa 03 Nov 2026 15:28 WIB

Dilema Eisenkot: Ogah Bangun Pemerintahan Bareng Netanyahu, Tapi Harus Berkoalisi dengan Partai Arab

Koalisi minoritas bisa kolaps dan membuka jalan lagi untuk Netanyahu berkuasa.

Pemimpin Partai Yashar Gadi Eisenkot merayakan hasil pemilu Israel pada 27 Oktober 2026.
Foto: EPA/Atef Safadi
Pemimpin Partai Yashar Gadi Eisenkot merayakan hasil pemilu Israel pada 27 Oktober 2026.

TEL AVIV -- Pemimpin Partai Yashar Gadi Eisenkot dilaporkan KAN, Senin (2/11/2026), menegaskan tidak akan bergabung dengan pemerintahan yang dipimpin Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu, bahkan jika diminta Presiden AS Donald Trump sekalipun. Menurut penyiar publik Israel itu, Eisenkot menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan tertutup baru-baru ini, berdasarkan keterangan sejumlah sumber yang tidak disebutkan namanya.

"Saya tidak akan duduk dalam pemerintahan yang dipimpin Netanyahu," kata Eisenkot, seperti dikutip KAN.

Baca Juga

"Jika Trump mengundang saya, saya akan menghormati presiden dan hadir. Namun, saya akan menegaskan bahwa ini menyangkut urusan dalam negeri Israel dan saya akan mencegah segala bentuk campur tangan," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Netanyahu mengatakan terbuka untuk membahas pembentukan pemerintahan luas, tetapi menegaskan dirinya harus memimpin pemerintahan tersebut. Netanyahu juga menolak koalisi yang bergantung pada dua partai Arab utama, Ra'am dan Joint List.

Dalam pemilu parlemen pekan lalu, blok Netanyahu meraih 53 kursi, sementara partai-partai oposisi yang dipimpin kelompok Yahudi memperoleh 48 kursi dan partai-partai Arab meraih 19 kursi. Hasil tersebut membuat tidak ada satu pun kubu yang memiliki mayoritas dari 120 kursi Knesset.

Partai Together pimpinan Naftali Bennett, Partai Demokrat pimpinan Yair Golan, dan Partai Yisrael Beytenu pimpinan Avigdor Lieberman memutuskan merekomendasikan Eisenkot untuk membentuk pemerintahan berikutnya. Rekomendasi yang diperkirakan datang dari dua daftar partai Arab dapat meningkatkan dukungan terhadap Eisenkot menjadi 67 anggota parlemen.

Namun, penolakan Lieberman untuk bergabung dengan pemerintahan yang melibatkan partai Arab atau bergantung pada dukungan mereka masih menjadi hambatan dalam pembentukan koalisi. Para pemimpin oposisi dijadwalkan bertemu pada Selasa untuk menyelaraskan posisi sebelum Presiden Israel Isaac Herzog memulai konsultasi selama dua hari dengan faksi-faksi parlemen pada Rabu.

sumber : Antara, Anadolu
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi