Oleh SUPRATMAN;Kepala Pusat Studi Kawasan Asia Barat dan Asia Tengah, Universitas Hasanuddin, Makassar. REPUBLIKA.ID; Donald Trump membawa kebiasaan lama dari bisnis properti ke panggung geopolitik. Presiden Amerika Serikat membuka tuntutan setinggi mungkin, memperbesar tekanan, lalu mengumumkan kemenangan sebelum hasil akhirnya benar-benar terlihat. Cara itu mungkin efektif dalam transaksi komersial, tetapi perang...
Disclaimer:
Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Berita Terkait
Berita Lainnya