Ahad 02 Aug 2026 09:20 WIB

Bagaimana Dampak Meningkatnya Ketegangan AS-Iran pada Hubungan GCC-ASEAN?

Meningkatnya ketegangan AS-Iran telah berdampak signifikan.

Pertemuan KTT ASEAN-GCC di Riyadh, Arab Saudi
Foto: Setpres RI
Pertemuan KTT ASEAN-GCC di Riyadh, Arab Saudi

Oleh: Dr. CA. Jamaluddin, LC, Ms.J, Pemerhati Hubungan Indonesia – Timur Tengah dan Isu Global

REPUBLIKA.CO.ID, Hubungan antara Negara-negara Kerjasama Teluk (GCC) dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), berkembang pesat dari dinamika tradisional "minyak untuk tenaga kerja" menjadi kemitraan strategis yang beragam, meskipun volume perdagangan masih tergolong kecil. Hubungan GCC-ASEAN secara resmi dimulai pada tahun 1990.

Kontak formal ini terjalin ketika Menteri Luar Negeri Oman, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Dewan Menteri GCC, menyampaikan keinginan blok tersebut untuk membangun hubungan resmi dengan ASEAN. Namun dalam periode 1990-2023, hubungan kedua blok regional tersebut tidak mengalami perkembangan yang berarti.

Dalam penantian yang panjang serta dinamika regional dan global yang terus berkembang saat ini, Kerajaan Arab Saudi menjadi negara anggota GCC pertama yang menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) GCC-ASEAN untuk pertama kalinya yang diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi, pada 20 Oktober 2023. Lantas bagaimana realitas hubungan blok regional tersebut saat ini, bagaimana prospek hubungan kedua Kawasan terpenting di dunia tersebut ditengah dinamika global yang tidak menentu tersebut?

Bagaimana dampak meningkatnya ketegangan AS-Iran pada hubungan GCC-ASEAN? Sebelum menjawab pertanyaan – pertanyan tersebut di atas, kiranya perlu memahami latar belakang historis jalinan hubungan antara GCC-ASEAN tersebut.  

Kontak formal pertama antara Dewan Kerja Sama Negara-Negara Arab Teluk atau Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) – ASEAN, terjadi pada tahun 1990 ketika Menteri Luar Negeri Oman, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Menteri GCC, menyatakan keinginan GCC untuk menjalin hubungan formal dengan ASEAN.

Pada tahun yang sama, Menteri Luar Negeri GCC melakukan pertemuan dengan kounterpart mereka dari ASEAN untuk pertama kalinya, di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) di New York. Dalam pertemuan tersebut kedua pihak sepakat untuk bertemu setiap tahun di New York dan mendorong Sekretariat GCC di Riyadh, Kerajaan Arab Saudi dan ASEAN di Jakarta, Republik Indonesia untuk mengembangkan kerja sama.

Selanjutnya, pada April 2007, Sekretaris Jenderal ASEAN saat itu, Yang Mulia Ong Keng Yong, melakukan kunjungan resmi ke Sekretariat GCC dan bertemu dengan rekan sejawatnya dari GCC, Yang Mulia Abdulrahman H Al Attiyah. Kedua belah pihak sepakat untuk menyiapkan dokumen guna meresmikan hubungan antara kedua organisasi tersebut.

Pada Pertemuan Menteri Luar Negeri GCC-ASEAN di sela-sela Sidang Umum PBB pada September 2007, para Menteri sepakat untuk mengadakan Pertemuan Menteri GCC-ASEAN-GCC guna memberikan dorongan bagi penguatan hubungan kedua Kawasan, dan sebagai hasilnya, Pertemuan Menteri GCC-ASEAN Pertama diselenggarakan pada Juni 2009 di Manama, Kerajaan Bahrain, yang mengadopsi Visi Bersama GCC- ASEAN, di mana kedua pihak sepakat untuk melakukan studi dan memberikan rekomendasi tentang masa depan hubungan GCC-ASEAN dalam (i) kawasan perdagangan bebas, (ii) kerja sama dan pembangunan ekonomi, dan (iii) budaya, pendidikan, dan informasi. Para Menteri juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Sekretariat GCC dan Sekretariat ASEAN.

Berdasarkan hasil Pertemuan Menteri GCC-ASEAN Pertama, Rencana Aksi Dua Tahun GCC-ASEAN (2010-2012) dikembangkan untuk mengintensifkan kerja sama antara GCC dan ASEAN yang selanjutnya, diadopsi pada Pertemuan Menteri GCC- ASEAN Kedua, pada Juni 2010 di Singapura. Sebagai tindak lanjut dari hasil Pertemuan Menteri GCC-ASEAN Kedua, empat pertemuan telah diselenggarakan, yaitu: (a) Pertemuan Konsultatif GCC-ASEAN  tentang Pendidikan pada November 2010 di Bangkok; (b) Pertemuan Kelompok Kerja GCC-ASEAN tentang Ketahanan Pangan dan Investasi Pertanian pada Mei 2011 di Doha; (c) Konsultasi Pariwisata GCC-ASEAN pada Juni 2011 di Luang Prabang; dan (d) Pertemuan Pejabat Ekonomi Senior GCC- ASEAN pada Juli 2011 di Salalah, Oman.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi