
Oleh: Ishmah Qurratu’ain (Analis KNEKS)
REPUBLIKA.CO.ID, Apa itu Anugerah Adinata Syariah?
Anugerah Adinata Syariah merupakan penghargaan nasional yang diselenggarakan KNEKS bagi pemerintah provinsi yang berhasil mengembangkan ekonomi syariah di daerahnya. Lebih dari sekadar apresiasi, penghargaan ini menjadi instrumen standardisasi dan tolok ukur implementasi kebijakan ekonomi syariah nasional di daerah.
Spektrum yang dinilai dalam ajang ini meliputi industri halal dan UMKM, keuangan syariah, keuangan sosial syariah, dan ekosistem pendukung. Penilaiannya menitikberatkan pada kualitas implementasi, keterhubungan antarsektor, dan dampak program bagi masyarakat. Lebih lanjut, penilaian juga membandingkan pada kontribusi ekonomi syariah terhadap aktivitas ekonomi daerah secara proporsional sesuai karakteristik masing-masing provinsi.
Filosofi Juara Umum
Dalam lima tahun, jumlah kategori Anugerah Adinata Syariah terus meningkat. Mulai dari 7 kategori pada 2022, menjadi 10 kategori pada 2023 dan 2024, kemudian 12 kategori pada 2025, hingga 14 kategori pada 2026. Peningkatan ini mencerminkan pergeseran fokus penilaian, dari capaian sektoral menuju kematangan ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi.
Adapun juara umum kemudian menjadi apresiasi tertinggi didasarkan pada akumulasi nilai performa dan capaian terbaik di seluruh kategori penilaian. Jika dilihat melalui gambaran utuh, setiap juara umum merepresentasikan fase perkembangan yang berbeda. Inilah yang dapat disebut sebagai DNA para juara. Juara umum setiap tahun bukan sekadar provinsi yang paling banyak meraih juara. Predikat tersebut diraih oleh daerah yang memiliki ekosistem ekonomi syariah paling seimbang.
Aceh Juara Umum 2022: Pondasi dan Penerapan Syariah
Pada 2022, Aceh menang karena memiliki pondasi kelembagaan syariah paling matang di Indonesia. Aceh berbasis pada kebijakan atau regulatory-driven yang berarti pembangunan ekonomi syariah dimulai dari regulasi.
Keunggulan Aceh bersumber pada empat hal. Pertama, implementasi qanun syariah. Kedua, regulasi syariah paling lengkap. Ketiga, pangsa pasar keuangan syariah tertinggi nasional. Keempat, budaya masyarakat mendukung ekonomi syariah.
Salah satu pembeda utama Aceh adalah keberadaan qanun sebagai landasan hukum, termasuk di bidang ekonomi syariah. Qanun memastikan kepastian hukum bagi hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi. Dengan demikian, ekonomi syariah di Aceh berkembang sebagai bagian dari sistem hukum dan kebijakan daerah.
Di tahun pertama Anugerah Adinata Syariah ini, kemenangan Aceh menunjukkan bahwa regulasi kuat menjadi prasyarat bagi tumbuhnya ekonomi yang berkelanjutan. Pondasi tersebut diperkuat oleh pangsa pasar keuangan syariah tertinggi secara nasional di tahun tersebut. Lebih lanjut, budaya masyarakat yang telah menginternalisasi nilai syariah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari juga memperkuat hal ini. Kombinasi regulasi, kelembagaan, dan dukungan sosial inilah yang menjadi DNA utama Aceh sebagai juara umum perdana.