Kamis 09 Apr 2026 10:07 WIB

Kopi Tempur Jepara Didorong Jadi Indikasi Geografis, Kopi Kerinci Tembus Pasar Malaysia

Kopi Tempur merupakan potensi unggulan yang perlu dijaga dan dikembangkan.

Pekerja melakukan proses roasting biji kopi.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pekerja melakukan proses roasting biji kopi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Upaya memperkuat daya saing kopi Indonesia terus dilakukan dari hulu hingga hilir. Di dalam negeri, pemerintah mendorong perlindungan hukum produk unggulan daerah melalui skema Indikasi Geografis (IG). Sementara di tingkat global, kopi asal Indonesia kian memperluas pasar, termasuk menembus Malaysia.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah memberikan pendampingan pendaftaran Indikasi Geografis untuk Kopi Tempur, Jepara. Langkah ini ditujukan untuk melindungi kekhasan produk sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing di pasar.

Baca Juga

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Jateng, Tjasdirin, mengatakan Kopi Tempur memiliki reputasi dan karakteristik khas yang berasal dari wilayah Tempur, Kecamatan Keling. Karena itu, perlindungan melalui IG dinilai penting untuk menjaga identitas sekaligus memperkuat posisi produk di pasar.

“Indikasi geografis bukan hanya perlindungan hukum, tetapi juga instrumen strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pendampingan tersebut mencakup sosialisasi hingga penyusunan dokumen deskripsi sebagai syarat utama pendaftaran. Pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan pelaku usaha dilibatkan untuk memastikan karakteristik produk tergambarkan secara utuh, termasuk dalam konsep logo dan filosofi yang diusung.

Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto, menilai Kopi Tempur merupakan potensi unggulan yang perlu dijaga dan dikembangkan. Dengan penguatan legalitas, diharapkan produk ini mampu memberi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

Di sisi lain, geliat kopi Indonesia juga terlihat di pasar internasional. Kopi Alko Kerinci dari lereng Gunung Kerinci, Jambi, berhasil menembus pasar Malaysia melalui kolaborasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dengan mitra bisnis setempat.

Masuknya kopi Kerinci ditandai melalui ajang “A Coffee & Artisan Collective” di Isetan KLCC, Kuala Lumpur, yang berlangsung pada akhir Maret hingga awal April 2026. Produk ini hadir bersama berbagai jenis kopi unggulan Indonesia lainnya seperti Toraja, Gayo, Mandheling, dan Lampung.

Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Kuala Lumpur, Hendra P. Iskandar, mengatakan tingginya permintaan menunjukkan bahwa kualitas dan cita rasa kopi Indonesia semakin diminati pasar internasional.

Ekspansi ini juga melibatkan kolaborasi antara petani yang tergabung dalam Koperasi Eksportir Kopi Alko Kerinci, perusahaan roaster Malaysia, serta jaringan ritel internasional. Bahkan, promosi kopi Indonesia diperluas melalui pendekatan ekonomi kreatif, termasuk integrasi dengan fesyen dan produk budaya.

 

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement