OLEH PROF HAEDAR NASHIR
Indonesia heboh seketika. Perhelatan olahraga sejagat diramaikan oleh kehadiran pawang hujan untuk menampilkan keahlian ‘spiritualnya’. Perhatian publik terpecah bukan pada kepiawaian para pembalap tersohor berkelas dunia, melainkan pada atraksi para “penolak hujan”. Namun, cerita berubah lain. Hujan turun deras hingga pembukaan tertunda. Lalu, para pawang menjadi sasaran cemooh...
Disclaimer:
Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Berita Terkait
Berita Lainnya