REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhammad Fakhruddin*
Pemerintah daerah tengah gencar melakukan rapid test maupun swab test Covid-19. Hal ini untuk menelusuri penyebaran virus Covid-19.
Namun upaya tersebut sering kali mendapat penolakan dari warga untuk dites Covid-19. Hal ini terjadi kerena takut hasilnya reaktif lalu positif sehingga akan dikucilkan oleh masyarakat atau malah dianggap menambah masalah baru. Jadi mereka lebih memilih tidak usah dites sekalian.
Tak jarang mereka yang sudah dites, lalu keluar hasilnya juga menolak hasil tes tersebut. Hal ini terjadi pada anggota DPRD Pemalang Budi Harmanto yang tidak lantas percaya begitu saja dengan hasil tes usap Covid-19 yang digelar pemerintah daerah. Budi lantas melakukan swab test mandiri di dua rumah sakit yang berbeda. Ternyata swab test atas inisiatif sendiri itu hasilnya negatif.
Budi merasakan ketidaknyamanan setelah divonis Covid-19 bahkan merasa didiskriminasi lantaran tidak diumumkan kembali setelah sembuh dari Covid-19. Anggota DPRD Kabupaten Pemalang lainnya yang sempat divonis positif Covid-19 yakni Nurul Huda. Ketua Komisi C DPRD Pemalang itu mengungkapkan rasa syukurnya dalam akun Facebook miliknya @Nurul Huda.
Huda terbebas dari Covid-19 terhitung cepat, hanya 4 hari. Aneh bin ajaib memang tapi itulah kenyataannya. Sebelumnya bupati Pemalang yang divonis Covid-19 juga hanya berlangsung sepekan. Saking cepatnya, sehingga ada sindiran di masyarakat kalau ingin cepat sembuh Covid-19 belajar ke Pemalang.
Pada Sabtu 8 Agustus 2020, Huda dinyatakan positif Covid-19, lalu pada Rabu 12 Agustus 2020, Huda sudah dinyatakan negatif Covid-19, setelah koar-koar di akun Facebook-nya yang menilai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang tidak becus menanggulangi Covid-19 di daerahnya.
Huda terbebas dari Covid-19 setelah dirinya mendapatkan kepastian dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pemalang. Ia merujuk surat hasil dari pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) dari RS Nasional Diponegoro (RSND) Semarang.
Huda juga meminta Dinas Kesehatan Pemalang agar rapit test dan swab test sementara dihentikan agar masyarakat tidak panik. Kepanikan warga lantaran hasil swab test berikut nama-nama yang divonis positif Covid-19 oleh Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Jawa Tengah beredar keluar ke masyarakat.
Hasan Faruq, salah seorang warga Desa Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang yang namanya juga masuk dalam daftar tersebut nasibnya tidak seberuntung Huda dan Budi. Hasan yang sehari-hari bertugas sebagai Pamdal di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang, pada 8 Agustus 2020 juga dinyatakan positif terpapar Covid-19.
Hasan tidak mampu mencari second opinion setelah dinyatakan positif Covid-19. Karena keterbatasannya, dia harus rela menempati ‘ruangan khusus’ tidak jauh dari rumahnya. Ruang khusus itu adalah kandang burung merpati. Dia terpaksa beraktivitas di kandang burung untuk menjaga ibunya agar tidak tertular Covid-19.
Padahal, ia merasa tidak pernah melakukan kontak fisik ataupun berkomunikasi langsung dengan pasien Covid-19. Secara fisik, Hasan juga mengaku tidak menunjukkan gejala sakit ataupun gejala klinis lainnya.
Di rumah, Hasan mengaku mendapatkan cibiran dan nada negatif lainnya dari para tetangganya. Sambil menahan malu sekaligus menjaga ibunya agar tidak tertular, ia memutuskan mengisolasi mandiri di kandang merpati.
Yang lebih memprihatikannya, sejak memutuskan melakukan isolasi mandiri di kandang burung merpati ia menyatakan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintahan desa setempat. Hasan Faruq berharap, untuk swab ulang yang dijalaninya mendapatkan hasil negatif sehingga ia bisa memulihkan fisiknya dan bisa berkumpul kembali keluarga tercinta dan beraktifitas sediakala.
Sekelumit kisah penyintas Covid-19 di Kabupaten Pemalang ini menandakan stereotipe negatif yang beredar di masyarakat sehingga para penyintas tidak nyaman dengan status positif Covid-19. Lantaran merasa secara fisik tidak menunjukkan gejala gangguan kesehatan, bahkan ada ungkapan sengaja di-covid-kan bagi mereka yang tidak terima dengan hasil tes Covid-19.
*) Penulis adalah jurnalis republika.co.id