Senin 16 Mar 2020 04:31 WIB
Coroma

Tragedi Spoor Mengaku Kalah, Hingga Virus Corona Saat Ini

Ketika Spoor Mengaku kalah, Hingga Virus Corona

Soekarno ketika ditangkap pada agresi Belanda II.(wikipedia)
Foto: wikipedia
Soekarno ketika ditangkap pada agresi Belanda II.(wikipedia)

Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika.

Kala itu dalam agresi Belanda 11 pasukan Para KNIL yang terbang dari Bandung menguasai bandara Jogja dengan gampang. Selepas siang pasukan itu yang dibawah Kol Van Langen sudah menguasai Istana Jogjakarta.

Panglima tentara Belanda yang menjadi artsitek penyerbuan itu, Jenderal Spoor, mengikuti pergerakan pasukanya dari menit ke menit. Dia sangat yakin tentaranya akan dengan mudah mengeremus tentara Republik dengan sekali pukul. Dan itu benar adanya.

Tapi sebagai ahli strategi perang yang terlibat dalam Perang Dunia II, terkait peristiwa penangkapan itu dia malah punya kesadaran baru ketika dia mendadak menerima kabar dari komandan pasukannya di lapangan, Kol Van Langen, yang siang itu sudah berada di Istana Negara Jogja. Melalui radio Van Langen mengatakan kita menang. "Kita menang. Soekarno dan koleganya kita tangkap. Begitu jendral,'' begitu laporan Van Langen kepada Spoor melalui sarana radio komunikasi pasukan di lapangan.

Uniknya, ketika Van Langen berteriak gembira bahwa tentaranya telah menang, Spoor justru bersikap sebaliknya. Ketika mendengar laporan itu secara spontan menggumam kepada para staf pribadinya dengan mengatakan justru Belanda-lah yang kalah: 'Kita telah kalah!''.

Apa sebab? Spoor melihat ada perbedaan strategi yang jenius yang dilakukan pihak RI. Mulanya dia sangat yakin bila Jogja diduduki Soekarno dkk akan lari ke luar kota untuk bergerilya. Tapi pada detik terakhir dia memilih menyerah. Ini di luar skenarionnya. Apalagi dia pun sudah tahu bahwa strategi gerilya sudah mereka siapkan.

Spoor yakin dengan menyerah justru mereka yang dapat untung besar. Soekarno CS tak bisa dipukul meski dalam genggamannya. Lain bila dia berada di luar kota untuk bergerilya. Dia bisa ditangkap atau terbunuh layaknya pelaku kriminal. Nah, dengan begitu Soekarno kini malah menang selangkah. Dia layaknya bayang bayang hitam tubuhnya, berada begitu dekat dan selalu menyertai tapi tak bisa dijamah apalagi dipukul. Strategi 'menyerah' Soekarno dkk melumpuhkan skenario perangnya.

Apalagi Spoor juga tahu opini dan dukungan dunia berada di pihak Soekarno. Diam-diam Amerika Serikat yang ke luar sebagai pihak pemenang Perang Dunia II merestui negara baru terlahir dari wilayah koloni Belanda ini. Anggapan Spoor kemudian terbukti Hindia Belanda pada Perjanjian Den Haag di tahun 1950 meraih kemerdekaan secara penuh.

Dan apa yang dipikirkan Spoor memang terbalik dengan pikiran Van Langen. Dia gembira bukan main membawa rombongan petinggi RI ke Maguwo untuk diterbangkan ke tanah pengasingan. Dia kagum pada Soekano, Hatta, Agus Salim, Syahrir yang kala ditangkap bersikap biasa saja. wajah cerah. Agus Salim pun bersikap santai saja. Di Bandara hingga naik ke pesawat 'Pak Tua ini' tetap asyik dengan rokok cengkihnya.''Cuma Sukarno kelihatan kurus. Tubuh dan wajahnya jadi persis dengan pribumi keturunann Cina,'' tutur Van Langen.

Nah, ketika pesawat yang membawa para bapak bangsa menderu ke udara, justru di titik itulah Spoor mengaku: Belanda sebenarnya tidak menang, kami kalah!"

Pertanyaanya apakah hal serupa kini terjadi di tengah serbuan virus corona? Lalu siapa yang saat ini jauh-jauh hari telah bisa melihat kekalahan itu seperti Jendral Spoor usai dahulu menyerbu Jogja? Apakah kalian masih percaya klaim tentara rendahan Van Langen yang kegirangan sekaigus 'petantang-petenteng' mengaku bila telah menang karena bisa menguasai Istana negara Jogja?

Jawabnya terserah anda.....?

 

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi