Selasa 20 Sep 2016 14:11 WIB

Bersama dalam Kebaikan Kurban

Dedi T Hudaya.
Foto: dok pri
Dedi T Hudaya.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Dedi T Hudaya, Dosen Tetap Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Dalam kehidupan, manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan bisa saling tolong menolong. Tentunya hal ini bisa ditunjukan dengan sikap berkurban terhadap orang lain yang intinya melakukan sesuatu karena Allah SWT. Untuk mengajak berkurban bukanlah sesuatu hal yang baru karena memang hakikatnya menjadi sesorang bertaqwa di jalan Allah SWT.

Masyarakat Indonesia yang sangat banyak memberikan banyak kesempatan kepada siapa pun untuk melakukan kebaikan secara bersama-sama. Hal ini menunjukan bahwa muslim merupakan saudara sehingga mengingatkan satu sama lain merupakan kewajiban. Untuk memberi makna yang kuat di Idul Adha banyak cara yang dilakukan untuk mengkampanyekan program kurban.  

Berbagai macam lembaga berlomba–lomba menggunakan media seperti billboard, videotron, spanduk, baliho, print ad dan media sosial yang bertujuan mengajak masyarakat melakukan kurban. Sejenak mengingatkan kembali makna berkurban melalui berbagai macam program yang telah di kemas sedemikian rupa sesuai kondisi yang dibutuhkan saat ini. Kendati demikian, lembaga–lembaga sosial maupun non profit yang mengimbau kepada masyarakat umum agar melaksanakan kebaikan kepada sesama.

Dalam  kesempatan program kurban tahun ini, salah satu lembaga Majelis Talim Telkomsel (MTT) berkerja sama dengan beberapa lembaga yayasan seperti Rumah Zakat, PPPA Darul Quran,PKPU, Dompet Dhuafa maupun ACT untuk bersama menyebarkan kebaikan kurban.

Pada Buku Periklanan komunikasi pemasaran terpadu karya Morrisan, MA menurut Assael  membedakan 4 jenis perilaku pembeliaan konsumen berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan merek seperti pembelian rumit, pembelian karena kebiasaan dan pembelian yang mencari variasi.

Pada pembeliaan rumit, konsumen terlibat dalam perilaku pembeliaan yang rumit bila mereka sangat terlibat dalam pembeliaan dan sadar akan adanya perbedaan–perbedaan besar di antara merek. Perilaku pembeliaan yang rumit itu lazim terjadi bila produknya mahal, jarang dibeli, berisiko dan berfungsi untuk mengekspresikan diri konsumen.

Pembelian karena kebiasaan, banyak keputusan pembeliaan yang kita buat sebagai konsumen lebih berdasarkan pada proses rutin kebiasaan. Pada pembeliaan yang mencari variasi, beberapa situasi pembeliaan di tandai oleh keterlibatan konsumen yang rendah pada suatu produk, namun berbagai merek yang ada memiliki perbedaan yang signifikan satu sama lain. Dalam situasi ini konsumen sering melakukan peralihan merek.

Pada umumnya agar program kurban dapat berjalan sesuai rencana dan memiliki impact yang besar di masyarakat maka strategi marketing yang dilakukan sangat di persiapkan dengan baik. Hal ini ditunjukan dengan cara berkomunikasi melalui media dengan gaya penyampaian  pesan yang unik dan simpel sehingga mudah dimengerti.

Selain itu, desain yang dibuat juga kreatif dengan menyesuaikan objective program. Harapannya melalui program kurban masyarakat dapat dengan mudah dan fleksible ketika memilih program yang sesuai dengan keinginannya. Maka para lembaga tersebut melakukan bekerja sama dengan perusahaan, institusi, retail, pengelola gedung maupun pusat perbelanjaan yang di kemas berupa event road show.

Tidak hanya sekedar sosialisasi kepada masyarakat namun bisa berupa packaging open both, coaching, pembagian flyer maupun mekanisme one stop transaction. Hal ini ditunjang dengan media out door dari masing–masing lembaga yang agar lebih optimal. Billboard temporary maupun balihoo temporary merupakan salah satu cara yang efeketif dalam membangun awareness ke masyarakat karena lokasi yang di pilih strategis dan banyak dilewati keramaian orang. Artinya pertimbangan poin of interest harus menjadi bahan prioritas utama dalam penentuan lokasi media out of home.

Penyebaran lokasi media out home diharapkan dapat menjangkau para donatur agar target tepat sasaran dan memiliki potensi yang besar. Harapannya hasil yang diperoleh bisa positif sehingga keberhasilan dalam menjangkau target penerima lebih banyak.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement